"Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya, dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat."

Kamis, 25 Juli 2019

Dunia Itu Mengecewakan

Masalah dunia itu tidak usah terlalu tinggi. Orang mukmin memandang dunia itu bersahaja.

Anda boleh setuju boleh tidak
"Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit" merupakan kata-kata yang sering diucapkan orang tua kepada anaknya.

Kata kata tersebut terlalu tinggi, sehingga nanti anak tersebut akan mengejar dunia pada akhirnya.

Mengapa terlalu tinggi?
Karena nanti pada akhirnya dia akan mengejar dunia tidak putus putus sampai dia tua dan beruban.

"Kejarlah dunia sekedarnya saja, karena dunia itu sering mengecewakan, yang tidak pernah mengecewakan itu akhirat"

Dunia bukanlah tujuan kita, tetapi tujuan kita nanti di akhirat, itulah tempat kehidupan bagi orang yang beriman.

“Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan” (QS. Hud [11]: 15-16).

Sabtu, 17 Februari 2018

Rasulullah: Kamu Gak Akan Kuat, Biar Aku Saja

Tidak ada yang tidak kenal salah satu film lokal baru Dilan 1990 bagi anak zaman now. Rilis awal tahun 2018 film yg diangkat dari novel karya pidi baiq ini cukup sukses besar, ditambah dengan maraknya meme meme tentang kata-kata yang populer di film Dilan.

Sejak rilis film Dilan sampai sekarang masih saja banyak kata-kata yang disebut-sebut. 

Siapa sih Dilan itu? Kok disebut terus, bikin cemburu saja, dikit dikit "rindu itu berat, kamu gak akan kuat, biar aku saja."

Tapi ada satu fakta, siapa orang pertama yang mengatakan itu sebelum Dilan?

Nabi kita, Nabi Muhammad Saw. Ketika dicabut nyawanya oleh malaikat maut, beliau mengatakan
"Yaa Allah, dahsyat sekali sakaratul maut ini, jangan beratkan kepada umatku, biarlah aku saja yang menanggungnya."

Betapa mendalam cinta Rasulullah Saw kepada umatnya, bahkan diakhir kehidupannya hanya kita yang ada dalam fikirannya.

Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya”. (QS. Qaaf: 19).

Selasa, 23 September 2014

Berqurban Untuk Menunjukan Cinta kepadaNya

Rasulullah saw bersabda:
            “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami” (HR Ahmad dan Ibn Majah)
Hadits Zaid Ibn Arqam, ia berkata “Wahai Rasulullah saw, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: ‘Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim as’. Mereka bertanya: ‘Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?’ Rasulullah menjawab:’Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.’ Mereka bertanya:’Kalau bulu-bulunya?’ Rasulullah menjawab:’Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR. Ahmad dan Ibn Majah)

            Ibadah qurban mempunyai nilai ketauhidan yang sangat kental. Ibadah qurban yang dilakukan oleh nabi Ibrahim mengorbankan anak yang dicintainya mengajarkan kita untuk bersikap tauhid yang sesungguhnya.

            Nabi Ibrahim yang telah menunggu-nunggu dan terus berdoa untuk mempunyai anak selama puluhan tahun, tapi setelah dikaruniai anak Allah swt memerintahkan nabi ibrahim untuk mengorbankannya. Untuk apa Allah swt memerintahkannya seperti itu? Itu adalah untuk menguji tingkat keimanan, ketaqwaan dan kecintaanya kepada sang khaliq. Namun apakah nabi Ibrahim langsung mematuhinya? Tidak, nabi Ibrahim saat pertama kali bermimpi menyembelih anaknya, ia tidak langsung menyembelihnya, tapi setelah beberapa kali bermimpi yang sama, akhirnya ayah dari nabi Ismail as itu yakin bahwa itu perintah Allah swt. Dan pada akhirnya Ibrahim as pun menyembelihnya. Tapi karena ketaatannya, Allah pun menebusnya dengan menggantikan ismail dengan seekor gibas.

            Makna dari Djulhijjah atau bulan haji atau juga bulan qurban tidak lepas dari makna bulan bulan sebelumnya. Kita kenal bahwa bulan Ramadhan adalah bulan pembinaan atau pelatihan untuk kita dapat menjadi lebih baik. Di bulan Syawal kita dituntut untuk dapat meningkatkan semua amal ibadah setelah dibina dan dilatih dibulan Ramadhan, karena bulan Syawal adalah bulan Peningkatan. Lanjut ke bulan Djulqadah yaitu bulan persiapan. Persiapan untuk apa? Tentunya untuk mempersiapkan membuktikan ketaqwaan dan kecintaan kita kepada Allah di bulan Djulhijjah.

            Qurban adalah Satu pembuktian untuk taqwa dan mencintai Allah. Seperti halnya kisah nabi Ibrahim, kita juga sebenarnya mempunyai ismail-ismail kita, ismail kita itu adalah orang yang kita cintai, harta yang kita cintai, waktu dan tenaga kita. Itu semua adalah ismail kita. Kita harus bisa mengorbankan semua itu agar kita bisa lebih taat, dan cinta kepada Allah. Maksud mengorbankan disini bukan menyembelih tapi artinya untuk kita fikirkan bagaimana kita bisa lebih cinta kepadaNya dengan meninggalkan itu semua karena Allah.

            Mudah-mudahan di bulan Djulhijah ini kita bisa membuktikan bahwa kita semakin yakin, semakin cinta dan semakin taqwa kepada Allah swt dengan beribadah qurban.