"Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya, dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat."

Selasa, 25 Februari 2020

Sunnatullah Yang Dilanggar

Sedari dulu Allah Swt sudah menetapkan sunatullah terhadap semua makhluknya. Langit sedari dulu selalu begitu. Bumi sedari dulu selalu begitu. Gunung sedari dulu juga selalu begitu, semua yang diciptakan oleh Allah sedari dulu selalu begitu. Allah sudah memerintahkan kepadanya sejak hari awal mereka tercipta sampai hari yang terakhir pun tidak berubah, yang berubah adalah kita, manusia. Tidak hanya berubah, kita juga mengubah. Allah sudah mengatur semuanya dengan cara Allah. Mereka tidak pernah egois untuk berubah, sebab mereka hanya menjalani sunnatullah sesuai dengan takaran atau hukum yang sudah ditetapkan. 

Allah Swt memberikan ketetapan kepada Bumi untuk berputar, Allah memberikan ketetapan terhadap air untuk mengalir ke tempat yang lebih rendah, Allah memberikan tugas kepada gunung untuk menahan guncangan, Allah memberikan tugas terhadap matahari untuk menyinari, Allah memberikan tugas terhadap awan untuk menurunkan hujan. Begitulah cara mereka bertasbih kepada penciptanya, yang dimaknai sebagai kepatuhan kepada sunnatullah.

Bayangkan apabila makhluk - makhluk Allah tidak patuh kepada sunnatullah. Bumi yang diberi tugas oleh Allah untuk berputar tidak mau mengikuti sunnatullah lagi, yaitu bumi berhenti berputar, maka bulan akan menghantam bumi, gelombang laut dahsyat akan menghantam manusia, dan terjadi kiamat. Gunung yang diberi tugas oleh Allah untuk menahan guncangan akibat gempa tidak mau menjalankan tugasnya lagi, maka akan terjadi banyak sekali gempa bumi dimana-mana, dan gunung akan mengeluarkan semburan magma yang dahsyat. Matahari yang diberi tugas oleh Allah untuk menerangi bumi tidak mau menerangi bumi lagi, maka bumi akan menjadi gelap gulita, suhu di bumi akan menurun drastis, manusia tidak akan bisa bertahan hidup. Ikan saja yang oleh Allah Swt ditugaskan untuk hidup di air akan mati apabila tidak mau menjalankan tugas sunnatullahnya untuk hidup di air. Sangat banyak sekali sunnatullah yang apabila dilanggar maka akan terjadi kerusakan, kekacauan, ketidakaturan, kehancuran, bahkan kematian.

Salah satu sunnatullah yang sering kita langgar adalah merusak alam. Padahal Allah Swt memberikan tugas kepada kita untuk memakmurkan bumi dan menjaga alam. Akibatnya kita mengalami berbagai bencana alam, seperti banjir. Tangan-tangan kita, lepas dari agama dan keimanan, akibatnya kita tertimpa bencana dari apa yang kita perbuat sendiri. Kita bukan melanggar hukum syariat Allah, tetapi melanggar sunnatullah.

Telah Nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS. Ar-Ruum: 41).

Secara sunnatullah air itu selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah, sedangkan banyak manusia yang melanggar sunnatullah dengan cara menyulap tempat-tempat yang rendah seperti rawa, sungai, danau, serta bantaran menjadi rumah hunian. Seharusnya rawa, sawah, sungai, danau, dan tempat-tempat penampungan air dan resapan air tidak dihilangkan, apalagi dijadikan perumahan. Kalau air datang di musim penghujan, tentu akan mencari tempat yang lebih rendah, dan terjadilah banjir. Tidak hanya membuat rumah di tempat-tempat yang rendah, tetapi kita pun sering membuang sampah sembarangan bahkan membuang sampah di sungai, sampah tersebut akan menyumbat aliran sungai, dan membuat resapan air terganggu, sehingga sungai akan meluap. Sederhananya, ada sunnatullah yang dilanggar oleh manusia. 

Banyak sunnatullah yang terlanjur dilanggar dan dianggap sudah wajar pula. Selama pelanggaran sunnatullah itu terjadi, bencana banjir tentu saja masih tetap akan setia mendatangi pada setiap musim hujan. Bahkan bukan saja banjir yang hanya akan datang, melainkan bencana lainnya yang merusak, menghancurkan, bahkan sampai kematian.

Kesombongan manusialah yang membuat buta akan aturan-aturan sunnatullah yang pasti itu, lalu mencoba menutup mata dari kepastian yang sesungguhnya.

Lalu adakah yang lebih layak untuk mengatur manusia selain Allah Sang Maha Pemiliknya?

Kamis, 25 Juli 2019

Dunia Itu Mengecewakan

Masalah dunia itu tidak usah terlalu tinggi. Orang mukmin memandang dunia itu bersahaja.

Anda boleh setuju boleh tidak
"Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit" merupakan kata-kata yang sering diucapkan orang tua kepada anaknya.

Kata kata tersebut terlalu tinggi, sehingga nanti anak tersebut akan mengejar dunia pada akhirnya.

Mengapa terlalu tinggi?
Karena nanti pada akhirnya dia akan mengejar dunia tidak putus putus sampai dia tua dan beruban.

"Kejarlah dunia sekedarnya saja, karena dunia itu sering mengecewakan, yang tidak pernah mengecewakan itu akhirat"

Dunia bukanlah tujuan kita, tetapi tujuan kita nanti di akhirat, itulah tempat kehidupan bagi orang yang beriman.

“Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan” (QS. Hud [11]: 15-16).

Sabtu, 17 Februari 2018

Rasulullah: Kamu Gak Akan Kuat, Biar Aku Saja

Tidak ada yang tidak kenal salah satu film lokal baru Dilan 1990 bagi anak zaman now. Rilis awal tahun 2018 film yg diangkat dari novel karya pidi baiq ini cukup sukses besar, ditambah dengan maraknya meme meme tentang kata-kata yang populer di film Dilan.

Sejak rilis film Dilan sampai sekarang masih saja banyak kata-kata yang disebut-sebut. 

Siapa sih Dilan itu? Kok disebut terus, bikin cemburu saja, dikit dikit "rindu itu berat, kamu gak akan kuat, biar aku saja."

Tapi ada satu fakta, siapa orang pertama yang mengatakan itu sebelum Dilan?

Nabi kita, Nabi Muhammad Saw. Ketika dicabut nyawanya oleh malaikat maut, beliau mengatakan
"Yaa Allah, dahsyat sekali sakaratul maut ini, jangan beratkan kepada umatku, biarlah aku saja yang menanggungnya."

Betapa mendalam cinta Rasulullah Saw kepada umatnya, bahkan diakhir kehidupannya hanya kita yang ada dalam fikirannya.

Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya”. (QS. Qaaf: 19).

Selasa, 23 September 2014

Berqurban Untuk Menunjukan Cinta kepadaNya

Rasulullah saw bersabda:
            “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami” (HR Ahmad dan Ibn Majah)
Hadits Zaid Ibn Arqam, ia berkata “Wahai Rasulullah saw, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: ‘Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim as’. Mereka bertanya: ‘Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?’ Rasulullah menjawab:’Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.’ Mereka bertanya:’Kalau bulu-bulunya?’ Rasulullah menjawab:’Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR. Ahmad dan Ibn Majah)

            Ibadah qurban mempunyai nilai ketauhidan yang sangat kental. Ibadah qurban yang dilakukan oleh nabi Ibrahim mengorbankan anak yang dicintainya mengajarkan kita untuk bersikap tauhid yang sesungguhnya.

            Nabi Ibrahim yang telah menunggu-nunggu dan terus berdoa untuk mempunyai anak selama puluhan tahun, tapi setelah dikaruniai anak Allah swt memerintahkan nabi ibrahim untuk mengorbankannya. Untuk apa Allah swt memerintahkannya seperti itu? Itu adalah untuk menguji tingkat keimanan, ketaqwaan dan kecintaanya kepada sang khaliq. Namun apakah nabi Ibrahim langsung mematuhinya? Tidak, nabi Ibrahim saat pertama kali bermimpi menyembelih anaknya, ia tidak langsung menyembelihnya, tapi setelah beberapa kali bermimpi yang sama, akhirnya ayah dari nabi Ismail as itu yakin bahwa itu perintah Allah swt. Dan pada akhirnya Ibrahim as pun menyembelihnya. Tapi karena ketaatannya, Allah pun menebusnya dengan menggantikan ismail dengan seekor gibas.

            Makna dari Djulhijjah atau bulan haji atau juga bulan qurban tidak lepas dari makna bulan bulan sebelumnya. Kita kenal bahwa bulan Ramadhan adalah bulan pembinaan atau pelatihan untuk kita dapat menjadi lebih baik. Di bulan Syawal kita dituntut untuk dapat meningkatkan semua amal ibadah setelah dibina dan dilatih dibulan Ramadhan, karena bulan Syawal adalah bulan Peningkatan. Lanjut ke bulan Djulqadah yaitu bulan persiapan. Persiapan untuk apa? Tentunya untuk mempersiapkan membuktikan ketaqwaan dan kecintaan kita kepada Allah di bulan Djulhijjah.

            Qurban adalah Satu pembuktian untuk taqwa dan mencintai Allah. Seperti halnya kisah nabi Ibrahim, kita juga sebenarnya mempunyai ismail-ismail kita, ismail kita itu adalah orang yang kita cintai, harta yang kita cintai, waktu dan tenaga kita. Itu semua adalah ismail kita. Kita harus bisa mengorbankan semua itu agar kita bisa lebih taat, dan cinta kepada Allah. Maksud mengorbankan disini bukan menyembelih tapi artinya untuk kita fikirkan bagaimana kita bisa lebih cinta kepadaNya dengan meninggalkan itu semua karena Allah.

            Mudah-mudahan di bulan Djulhijah ini kita bisa membuktikan bahwa kita semakin yakin, semakin cinta dan semakin taqwa kepada Allah swt dengan beribadah qurban.

Jumat, 20 Juni 2014

Menyongsong Datangnya Bulan Ramadhan Tahun 1435 H


Rasanya baru saja kita melewati Ramadhan tahun lalu, kini kembali akan datang bulan yang penuh berkah, bulan dimana kita diberi kesempatan untuk meraup amal sholeh sebanyak-banyaknya. Setelah sebelas bulan lamanya kita diberi kesempatan untuk menikmati semua rizqki yang dilimpahkanNya, kini saatnya kita bertafakur dan bersyukur atas apa yang telah kita dapatkan selama ini. Ibadah puasa Ramadhan sebenarnya bukan hanya sebagai ibadah ritual yang wajib dijalankan setiap pribadi Muslim, akan tetapi dibalik ritual itu ada tujuan lain yang justru sangat penting yang ingin kita peroleh, yakni menjadikan kita yang melaksanakan ibadah puasa sebagai orang orang yang meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah SWT yang telah menciptakan kita. Disamping itu juga terdapat banyak sekali guna dan manfaat dari melaksanakan puasa Ramadhan yaitu baik untuk kesehatan jasmani maupun rohani yakni menjadi orang yang lebih baik akhlaknya

Dalam hidup tidak sedikit kita dapati manusia yang didominasi oleh hawa nafsunya, lalu manusia itu menuruti apapun yang menjadi keinginannya meskipun keinginannya itu merupakan sesuatu yang bathil dan mengganggu serta merugikan orang lain. Karenanya, didalam Islam ada perintah untuk memerangi hawa nafsu dalam arti berusaha untuk bisa mengendalikannya, bukan membunuh nafsu yang membuat kita tidak mempunyai keinginan terhadap sesuatu yang bersifat duniawi. Manakala dalam peperangan ini manusia mengalami kekalahan, akan terjadi penuhanan hawa nafsu yang cendrung mengarahkan manusia pada kesesatan dan malapetaka besar. Allah SWT memerintahkan kita untuk memperhatikan masalah ini dalam firmanNya yang artinya: "Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (Membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?" QS. Al Jatsiyah(45) : 23.

Dengan puasa satu bulan penuh, pada saat itu kita digembleng untuk lebih disiplin, menahan hawa nafsu, bersabar, serta melakukan kebaikan-kebaikan seperti shalat berjamaah, shalat tarawih, tadarus Al-Quran, mengkaji syariat Islam, serta memperbanyak Zakat, Infak dan Shadaqah (ZIS). Pada Akhirnya, kita dapat melihat hasil atau dampak perubahan yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

Akhirnya saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa, semoga kita mendapatkan semua kandungan dari keistimewaan bulan Ramadhan.
"Yaa Allah, perbaikilah agamaku yang ia merupakan benteng perlindungan bagi urusanku. Dan perbaikilah duniaku untukku, yang ia menjadi tempat hidupku. Serta perbaikilah akhiratku, yang ia menjadi tempat kembaliku. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagiku dalam setiap kebaikan, serta jadikanlah kematian sebagai kebebasan bagiku dari segala kejahatan" (HR. Muslim).
Aamiin Yaa Rabbal'alamin...

Senin, 23 Desember 2013

Ilmuan Matematika Muslim pada Masa Kekhilafahan; Ilmuan yang mendahului Zamannya

Ada hal yang menarik yang harus kita cermati dari ilmuan muslim pada masa ke-khilafahan. Mereka mengkaji secara mendalam dan mendetail yang manpu menyelesaikannya dan menemukan aplikasi dalam kehidupan manusia bahwa ilmuan muslim yang menjadi awal kemajuan ilmu matematika modern. Kajian mereka pada masa itu bisa dinilai sebagai penemuan yang mendahui zamannya. Kita Perhatika Tabit Ibnu Qura (826-901) misalnya yang terkenal sebagai seorang filosof, ahli matematika dan ahli bahasa. Ia menerjemahkan buku element Euclides dengan baik, menerjemahkan bukunya Apolonius, Archimides, Plotomeus dan Theodosius. Ia juga menulis tentang irisan kerucut, alajabar, bujur sangkar ajaib dan bilangan bersahabat.
Ahli matematika islam yang lain juga terkenal pada

Senin, 12 Agustus 2013

Laa Tusrifuu, Jangan Lebay !

Jangan Lebay, Karena Allah Membencinya

Jangan lebay? Memang apa itu lebay?

Secara sederhana pengertian atau arti kata lebay adalah “berlebihan”. Sebenarnya definisi disini lebih pada kesepakatan bersama. Karena kalau kita cari di kamus besar bahasa indonesia (KBBI) kita tidak akan menemukannya.

Benarkah Allah membenci berlebihan? Banyak ayat Al Quran maupun hadits yang menjelaskan hal ini, salah satunya:
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al-A’raaf:31)

Sudah percaya? Ya, lebay atau belebih-lebihan tidak disukai oleh Allah. Kalau sudah tidak disukai oleh Allah, itu kerugian besar, karena kita hanya beribadah dan meminta kepada Allah. Bagaimana jika ibadah tidak diterima? Bagaimana jika permintaan kita tidak dikabulkan oleh Allah. Makanya, jangan lebay!

Minggu, 04 Agustus 2013

Al Quran Menjawab (Jangan Mengeluh dan Jangan Gelisah)

Dalam perjalanannya, manusia kerap kali dirundung masalah. Dan seringkali, karenanya, manusia tersesat tanpa arah. Banyak faktornya. Namun ketetapan adalah ketetapan. Tidak ada satupun manusia didunia ini yang meminta kepada Tuhan untuk hidup susah, betul kan? Namun sayangnya, ketika kesusahan dan musibah melanda, ternyata manusia memborong sejuta keluhan, “kenapa begini ,kenapa jadi begitu ”,sejuta permintaan,” Perkenankanlah ini ya Tuhan! kabulkan itu ya Tuhan!”, dan hanya mengucap satu kata syukur. Apakah kalau begitu, kita harus begitu saja pasrah?
Eits!! Tidak semudah itu. Banyak ayat suci, dan saya yakin semua keyakinan pun mengajarkan, bahwa keputusasaan adalah sesuatu yang buruk, dan harus dihindari. Inti dari semua masalah adalah agar manusia semakin memahami fitrahnya. Memahami apa yang harus dicari selama hidup. Lantas bagaimana dengan mereka yang tertimpa kesusahan? Hidup dalam kemiskinan? Hidup dalam kepungan kesedihan?
Sebagai pegangan hidup seorang muslim, Al – Qur’an telah menjelaskan banyak hal. Tidak hanya ritual ibadah semata. Ekonomi, perdagangan, keluarga, peribadi ideal seorang muslim hingga pengelolaan negara pun ada didalamnya. Terdapat pula ayat – ayat Qura’an, yang menjawab keluhan – keluhan utama, ketika manusia mendapat ujian ataupun musibah.

Senin, 29 Juli 2013

Hukum Mendengarkan Musik Dan Lagu Serta Mengikuti Sinetron

Syaikh Muhamamd bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukum mendengarkan musik dan lagu ? Apa hukum menyaksikan sinetron yang di dalamnya terdapat para wanita pesolek ?

Jawaban
Mendengarkan musik dan nyanyian haram dan tidak disangsikan keharamannya. Telah diriwayatkan oleh para sahabat dan salaf shalih bahwa lagu bisa menumbuhkan sifat kemunafikan di dalam hati. Lagu termasuk perkataan yang tidak berguna. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Artinya : Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan".[Luqman : 6]

Ibnu Mas'ud dalam menafsirkan ayat ini berkata : "Demi Allah yang tiada tuhan selainNya, yang dimaksudkan adalah lagu".

Sabtu, 04 Mei 2013

Gue Bangga Banget Menjadi Muslim


KAYAKNYA, di zaman sekarang ini nggak terlalu banyak anak-anak muda yang menjadikan Islam sebagai the Way of life atau jalan hidupnya. Walaupun beragama islam, banyak anak muda masa kini, lebih suka memilih gaya hidup modern yang disajikan oleh budaya Barat. Cuma sedikit bro, yang benar-benar mau menjadikan Islam sebagai life style atau gaya hidupnya.

Selasa, 05 Maret 2013

Silaturahim Dapat Mengatasi Semua Permasalahan Sesama Saudara


          Hidup di dunia yang fana dan menipu ini selalu mendapatkan masalah yang tak kunjung henti. Muda ataupun tua, luang ataupun sempit, sehat maupun sakit, kaya ataupun miskin, dan siang ataupun malam. Semua masalah tak kunjung hentu menerpamu. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup dengan sendirinya. Sejatinya, manusia memiliki hati nurani yang mana dengannya manusia dapat membedakan mana yang benar dan salah. Karena hidup bersama masyarakat luas, tentunya masing-masing memiliki hak dan kewajiban.

Senin, 04 Maret 2013

Hukum Memakai Kawat Gigi

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Teman-teman ku tercinta, saat ini trend memakai kawat gigi alias behel sangat marak . Sebelumnya saya juga ingin memakai behel dengan niat merapikan gigi agar terlihat lebih indah. Namun ada baiknya sebelum kita bertindak mari kita telaah kembali, hukum memakai behel dalam agama islam. Didalam buku 100 golongan yang dibenci oleh Allah dan Rasulnya, tercantum pada nomor keseratus ialah Wanita yang merapikan giginya demi kecantikan.Wanita yang dimaksud adalah wanita yang meminta direnggangkan giginya yang bertumpuk, dengan menggeser dan dipisahkan antara gigi taring dengan empat gigi mukanya dengan alat perapi gigi(behel) dengan maksud memperindah diri. Ternyata jika kita teliti lagi, kegiatan ini merupakan kegiatan merubah kodrat, yaitu kodrat bentuk tubuh yang sudah diberikan oleh Allah dan itu sangat dibenci oleh Allah.


Cerita Kala Iman Tergoda

Matahari telah tergelincir. Seorang lelaki terlihat bersegera menuju masjid ketika adzan zuhur dikumandangkan dari sebuah masjid kampus. Lelaki itu berwudhu dan menunaikan shalat nawafil. Lalu ia menjadi makmum di shaff terdepan. Shalat wajib ia laksanakan dengan ruku’ dan sujud yang sempurna. Setelah shalat tak lupa ia memuji nama Tuhannya dan memanjatkan doa untuk dirinya, ibu, ayahnya dan untuk ummat Muhammad saw yang sedang berjihad fii sabilillah.

Kala Takbir Bersenandung Cinta


26 Desember 2004 adalah tanggal terjadinya sebuah peristiwa yang tak dapat sirna dalam hati seluruh warga Kota Banda Aceh. TSUNAMI. Peristiwa itu telah tergores di hati mereka. Dan untuk menghilangkan goresan itu, tidak dapat hanya dengan menggangap sebagai angin yang telah berlalu. Dari sekian banyaknya manusia yang jatuh sebagai korban. Hanya beberapa yang selamat dari bencana itu. Salah satunya adalah Akbar dan Aisha sepasang Kakak beradik yang selamat dari bencana air bah yang dahsyat itu. Saat itu Akbar sedang menjalani studinya di Univeritas Unsyiah Banda Aceh jurusan Akutansi. Sedangkan Aisha Sang Adik adalah pelajar kelas satu SMP. Ketika bencana itu terjadi, mereka terpisah dari kedua Orang tuanya demi menyelamatkan diri.

Selasa, 25 Desember 2012

Ali Bin Abu Thalib

"Tidak ada pedang, setajam pedang Zulfikar dan tidak ada pemuda yang setangguh Ali bin Abu Thalib"
Demikianlah slogan yang selalu didengung-dengungkan oleh kaum muslimin ketika perang Uhud yang amat dahsyat itu tengah berlangsung. Dalam perang tersebut, Ali bin Abu Thalib memperlihatkan ketangguhannya sebagai seorang pahlawan islam yang gagah perkasa. Ia di kenal sebagai jagoan bangsa Arab yang mempunyai kemahiran memainkan pedang dengan tangguh. Sementara itu, baju besi yang dimilikinya berbentuk tubuh bagian depan di kedua sisi, dan tidak ada bagian belakangnya. Ketika di tanya,"Mengapa baju besimu itu tidak dibuatkan bagian belakangnya, Hai Abu Husein?" Maka Ali bin Abu Thalib akan menjawabnya dengan mudah,"Kalau seandainya aku menghadapi musuhku dari belakang, niscaya aku akan binasa."
Ketika terjadi perang Badar antara kaum muslimin dan kaum kafir Quraisy, di mana kaum muslimin memperoleh kemenangan yang telak, maka korban yang berjatuhan di pihak kaum Quraisy berjumlah tujuh puluh orang. Konon sepertiga korban yang tewas dari pihak kaum Quraisy pada perang badar itu merupakan persembahan khusus dari Ali bin Abu Thalib dan Hamzah bin Abdul Muthalib.
Sementara itu Amru bin Wud Al 'Amiri, seorang jawara yang tangguh dari kaum kafir Quraisy ikut serta dalam perang Khandak. Dengan angkuhnya ia menari-nari di atas kudanya sambil memainkan pedangnya dan mengejek kaum muslimin seraya berkata,"Hai kaum muslimin, manakah surga yang telah dijanjikan kepadamu bahwa orang yang gugur diantaramu akan masuk kedalamnya? inilah dia surga yang kini berada di hadapan-mu, maka sambutlah."

Utsman Bin Affan

Pada tahun pertama dari khilafah Usman bin Affan, yaitu tahun 24 Hijriah, negeri Rayyi berhasil ditaklukkan. Sebelumnya, negeri ini pernah ditaklukkan, tetapi kemudian dibatalkan. Pada tahun yang sama, berjangkit wabah demam berdarah yang menimpa banyak orang. Khalifah Usman bin Affan sendiri terkena sehingga beliau tidak dapat menunaikan ibadah haji. Pada tahun ini, Usman bin Affan mengangkat Sa'ad bin Abi Waqqash menjadi gubernur Kufah menggantikan Mughirah bin Syu'bah.
Di tahun 25 Hijriah, Usman bin Affan memecat Sa'ad bin Abi Waqqash dari jabatan gubernur Kufah dan sebagai gantinya diangkatlah Walid bin Uqbah bin Abi Mu'ith (seorang shahabi dan saudara seibu dengan Usman bin Affan). Inilah sebab pertama dituduhnya Usman bin Affan melakukan nepotisme.
Pada tahun 26 Hijriah, Usman bin Affan melakukan perluasan Masjidil Haram dengan membeli sejumlah tempat dari para pemiliknya lalu disatukan dengan masjid. Pada tahun 17 Hijriah, Mu'awiyah melancarkan serangan ke Qubrus (Siprus) dengan membawa pasukannya menyeberangi lautan. Di antara pasukan ini terdapat Ubadah bin Shamit dan istrinya, Ummu Haram binti Milhan al-Ansharish. Dalam perjalanan, Ummu Haram jatuh dari kendaraannya kemudian syahid dan dikuburkan di sana. Nabi saw pernah memberi-tahukan kepada Ummu Haram tentang pasukan ini, seraya berdoa agar Ummu Haram menjadi salah seorang dari anggota pasukan ini. Pada tahun ini, Usman bin Affan menurunkan Amru bin Ash dari jabatan gubernur Mesir dan sebagai gantinya diangkatlah Abdullah bin Sa'ad bin Abi Sarh. Dia kemudian menyerbu Afrika dan berhasil menaklukkannya dengan mudah. Di tahun ini pula, Andalusia berhasil ditaklukkan.
Tahun 29 Hijriah, negeri-negeri lain berhasil ditaklukkan. Pada tahun ini, Usman bin Affan memperluas masjid Madinah al- Munawarah dan membangunnya dengan batu-batu berukir. Ia membuat tiangnya dari batu dan atapnya dari kayu (tatal). Panjangnya 160 depa dan luasnya 150 depa.
Negeri-negeri Khurasan ditaklukkan pada tahun ke-30 Hijriah sehingga banyak terkumpul kharaj (infaq penghasilan) dan harta dari berbagai penjuru. Allah memberikan karunia yang melimpah dari semua negeri kepada kaum Muslimin.

Umar Bin Khattab

Salah satu dari doa Rasulullah pada saat Islam masih dalam tahap awal penyebaran dan masih lemah. Doa itu segera dikabulkan oleh Allah. Allah memilih Umar bin Khattab sebagai salah satu pilar kekuatan islam, sedangkan Amr bin Hisham meninggal sebagai Abu Jahal.
Umar bin Khattab dilahirkan 12 tahun setelah kelahiran Rasulullah saw. Ayahnya bernama Khattab dan ibunya bernama Khatmah. Perawakannya tinggi besar dan tegap dengan otot-otot yang menonjol dari kaki dan tangannya, jenggot yang lebat dan berwajah tampan, serta warna kulitnya coklat kemerah-merahan.
Beliau dibesarkan di dalam lingkungan Bani Adi, salah satu kaum dari suku Quraisy. Beliau merupakan  khalifah kedua didalam islam setelah Abu Bakar As Siddiq.
Nasabnya adalah Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qarth bin Razah bin 'Adiy bin Ka'ab bin Lu'ay bin Ghalib. Nasab beliau bertemu dengan nasab Nabi pada kakeknya Ka'ab. Antara beliau dengan Nabi selisih 8 kakek. lbu beliau bernama Hantamah binti Hasyim bin al-Mughirah al-Makhzumiyah. Rasulullah memberi beliau "kun-yah" Abu Hafsh (bapak Hafsh) karena Hafshah adalah anaknya yang paling tua; dan memberi "laqab" (julukan) al Faruq.

Abu Bakar As Siddiq

Abu Bakar As Siddiq ayah dari Aisyah istri Nabi Muhammad SAW. Namanya yang sebenarnya adalah Abdul Ka'bah (artinya 'hamba Ka'bah'), yang kemudian diubah oleh Rasulullah Saw menjadi Abdullah (artinya 'hamba Allah'). Abu Bakar As Siddiq atau Abdullah bin Abi Quhafah (Usman) bin Amir bin Amru bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai bin Ghalib bin Fihr al-Quraisy at-Taimi. Bertemu nasabnya dengan Nabi saw kakeknya Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai, kakek yang keenam. Dan ibunya, Ummul-Khair, sebenarnya bernama Salma binti Sakhr bin Amir bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim. Nabi Muhammad Saw juga memberinya gelar As Siddiq (artinya 'yang berkata benar'), sehingga ia lebih dikenal dengan nama Abu Bakar as-Siddiq.
Abu Bakar As Siddiq tumbuh dan besar di Mekah dan tidak pernah keluar dari Mekah kecuali untuk tujuan dagang dan bisnis. Beliau memiliki harta kekayaan yang sangat banyak dan kepribadian yang sangat menarik, memiliki kebaikan yang sangat banyak, dan sering melakukan perbuatan-perbuatan yang terpuji. Sebagaimana hal ini dikatakan oleh Ibnu Dughunnah, sesungguhnya engkau selalu menyambung tali kasih dan keluarga, bicaramu selalu benar, dan kau menanggung banyak kesulitan, kau bantu orang-orang yang menderita dan kau hormati tamu.

Selasa, 04 Desember 2012

Imam Mahdi dan Tanda-tanda kedatangannya


Imam Mahdī (Arab الإمام المهدي, Muhammad al-Mahdī, Mehdi; "Seseorang yang memandu") adalah seorang muslim berusia muda yang akan dipilih oleh Allah untuk menghancurkan semua kezaliman dan menegakkan keadilan di muka bumi sebelum datangnya hari kiamat.
Imam Mahdi sebenarnya adalah sebuah nama gelar sebagaimana halnya dengan gelar khalifah, amirul mukminin dan sebagainya. Imam Mahdi dapat diartikan secara bebas bermakna "Pemimpin yang telah diberi petunjuk". Dalam bahasa Arab, kata Imam berarti "pemimpin", sedangkan Mahdi berarti "orang yang mendapat petunjuk".
Nama Imam Mahdi sebenarnya

Sabtu, 05 Mei 2012

Cinta Laki - Laki Biasa

Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.

Kenapa? Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.
Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi.Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.